Kepercayaan itu ibarat kaca. Ketika kaca itu terjatuh dan hancur, maka kaca itu tidak dapat disatukan lagi. Sekalipun memaksa untuk menyatukannya, pasti tidak akan sempurna seperti semula. Begitupun dengan kepercayaan dari keluarga Zee yang telah dihancurkan oleh Azzam dan keluarganya. Selama ini mereka sudah ikhlas tentang jalan kehidupan anak perempuan mereka. Mereka juga sudah memaafkan Azzam dan kedua orangtuanya. Namun bukan berarti Azzam diijinkan untuk menemui Zee. "Apa kabar Nak Azzam?" Tanya Wahyudi dengan sebaik mungkin kepada pria yang kini sedang duduk di sofa berseberangan dengan Wahyudi. "Alhamdulillah baik, Pak. Bapak dan keluarga sehat?" Azzam balik bertanya. Azzam merasa begitu gugup karena ini pertama kalinya Azzam kembali datang setelah setahun yang lalu. Semua per

