Diden dan Sakya terkejut luar biasa saat mendengar suara tembakan yang begitu nyaring, tepat saat Diden merasakan pelukan Tasya pada punggungnya, dan tepat saat Sakya melihat lengan Tasya melingkari tubuh Diden dengan posesif. Si penembak ikut terkejut selama beberapa saat. Ia tak mengira, kalau akan ada yang melindungi Diden dari tembakannya. Si penembak pun segera masuk kembali ke mobilnya, lalu melarikan diri dengan cepat. Tubuh Tasya mulai merosot ke tanah, namun Diden meraihnya dengan cepat bersama Sakya. "TASYA!!!" teriak kedua pria itu, bersamaan. Darah terus mengalir deras dari punggung gadis itu. Membuat panik Diden dan Sakya dalam waktu bersamaan. "Hambat darahnya!" bentak Diden. "Bagaimana caranya?" tanya Sakya, panik. "Buka sweatermu dan simpan di punggungnya! Aku akan ta

