Usai makan siang yang mereka lakukan di kantor, mereka pun mulai menyatukan apa yang mereka miliki. Dari hasil penelususran terkait masalah penculikan dan pembunuhan Bian - seorang anak laki-laki berusia lima tahun - mereka menemukan beberapa kejanggalan yang begitu membingungkan, dalam kasus tersebut. Arga menatap ke arah Fian, yang wajahnya masih saja memerah meski telah minum air es bergelas-gelas. "Fi, masih kepedesan?" tanya Arga. "Udah nggak usah kamu tanya, Ga. Biar aja dia menikmati peresmiannya menjadi lambe tumpah," sindir Veri, sambil menatap sinis ke arah Fian. Tasya dan Lila pun tertawa tak tertahankan. "Wah, dendam sekali kamu Ver," ujar Lila. "Dendamnya kesumat, La," tambah Tasya. Arga hanya bisa geleng-geleng kepala, saat melihat kelakuan para sahabatnya yang selalu

