Mimpi yang Indah

1103 Words

Si Pengelana berjalan secepat mungkin pergi keluar dari Kastel itu. Akan tetapi, ia yang berlari gerabak-gerubuk tiba-tiba saja berpapasan dengan Darrol yang baru saja muncul dari arah lain. Mereka pun bertubrukan. Darrol sampai terjatuh. “Kurang ajar! Lihat baik-baik ketika berjalan!” bentak Darrol. Si Pengelana segera berdiri. Ia panik bukan main saat melihat wajah Darrol. Hal bodoh saat ia malah memutuskan untuk keluar melalui jalan tengah di Kastel itu. Padahal biasanya ia pergi melalui pintu belakang. Mungkin nasib sial sedang datang padanya. Saat itu, Darrol sedang berpatroli. “Siapa kau?” tanya Darrol. Darrol tak pernah melihat atau pun bertemu dengan orang yang baru saja bertabrakan dengannya. Ia lantas segera bangkit. Sedang Si pengelana berlari terbirit-b***t. Secepat kilat D

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD