Chapter 18

1359 Words

El duduk di depan kelas, entah kenapa dia duduk disitu. "Ngapain lo?" tanya Kavin baru saja dari kantin. El tidak menjawab, dia asik memainkan ponselnya. Kavin masih berdiri dihadapan El, "Duduk Vin, ga pegel?" Kavin mengangguk, menyodorkan gelas plastik yang sudah berisi air putih. "Makasih" Kavin mengangguk, dia penasaran kenapa El selalu memainkan ponsel nya. Karena kesal diabaikan, Kavin merebutnya kasar. "Kavin!" seru El. "Gue ga suka dicuekin." ucap Kavin datar mengantungi ponsel El. El menghela napas lalu minum, "Luka lo udah baikan?" Kavin memegang luka yang kemarin El obati. "Mendingan. Makasih ya." El menatap Kavin aneh, "Tumben bilang makasih." "Gimana pacar lo? Sehat?" lanjut El sebelum Kavin mengucapkan kata protesan nya. "Alhamdulillah sehat. Tunggu deh, kena

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD