Tak Berdaya

1376 Words

"Mulai sekarang aku yang akan menjaga Via, kalian bisa pulang." William tersenyum dengan melangkah ke arah Livia. Livia mengerutkan keningnya saat melihat wajah William yang berseri dengan senyumannya seolah tak pernah terjadi apapun di antara mereka. Sama dengan Livia, Nadhira juga tak mengerti dengan William. Pria itu saat di luar terlihat kacau, lalu saat ini dia menunjukkan wajah ceria seolah tak terjadi apapun. "Kami akan merencanakan agar Livia menjalani pengobatan di Jakarta," ucap Nadhira. "Aku tahu, aku akan mengurusnya. Mbak gak perlu khawatir." William berkata dengan yakin. "Ya, sudah kalau gitu, kami antar Mas Nathan dulu. Ayo Ma," ajak Luna pada Nadhira. "Eh?" Nadhira menyimpan buah di tangannya lalu mengikuti Luna, sebab putri sambungnya itu menariknya untuk segera perg

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD