EMPAT PULUH DELAPAN

1378 Words

"Ini tuh bener-bener sakit nggak sih? Dari tadi kok nggak ngeringis sama sekali."   Dae bersungut-sungut kecil, seraya tangannya yang menjepit kapas telaten menotol-notol luka sobek di sudut bibir Kenji. Niatnya Dae berkata demikian sih sarkas, supaya seenggaknya Kenji ngerisi dikit kalau memang benar-benar sakit. Namun seperti memang telah teratur sedemikian agar tak dapat merasakan sakit, si pemuda tetap stagnan pada posisinya.   Kepalang geram, ia pun dengan sengaja menekan lebam biru keunguan itu lebih keras. Saat itu lah, si pemuda baru bereaks. Mata Kenji tanpa diperintah turun menatap wajah gadis yang kini tersenyum penuh kemenangan.   Sejurus kemudian kembali duduk bersila kaki di sebelah Kenji. Dae menelaah raut di depannya, yang seolah kehilangan kemampuannya guna menayangk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD