Kini Dae dapat merasakan bagaimana berada di posisi Kenji. Senantiasa menjadi objek pergunjingan jika sekali saja terlihat dekat dengan seorang perempuan. Dae takjub akan betapa kuatnya mental laki-laki tersebut. Lebih-lebih si pemuda sukses menampilkan diri seolah benar-benar acuh tak acuh akan segalanya. Dae bahkan sempat di bikin terkecoh. Sempat terlintas dalam benak bahwa Kenji menikmati namanya yang sering di sebut-sebut. Beranggapan bahwa Kenji nyaris mirip serupa artis-artis yang menebar sensasi guna panjat sosial. Akan tetapi, kini Dae tahu dirinya salah. Kenji tak kalah muaknya dengan Dae. Kenji begitu terpuruk sebenarnya, dalam lingkaran rasa bersalah sebab telah menjadi alasan bagi seseorang memilih mengakhiri hidup. Dae tak akan pernah tahu betapa menyakitkannya terjebak d

