Bab 12

2185 Words

Bab 12 Endrew masih memakan makanannya dengan khidmat bahkan seluruh makanan yang di masak oleh Bella semua habis tak tersisa. Mungkin jika Bella tidak mengambil bagian terlebih dahulu dia bisa tidak kebagian karena ulah Endrew itu. Bella pikir porsi ini cukup untuk mereka berdua tetapi dia salah, bahkan Endrew mampu menghabiskan semuanya. “Kelaparan apa doyan?” Tanya Bella. “Kelaparan, semalam aja nggak sempat makan gara gara ada wanita yang nangis nangis sambil nggak mau lepas pelukanku” sindir Endrew. “Terima kasih” ujar Bella lalu menudukkan pandangannya. “Santai saja nggak papa kok, betewe terima kasih atas makanannya. Masakanmu memang juara, jadi gimana? Kapan kita tanda tangan kontrak?” ucapan Endrew membuat Bella heran. “Tanda tangan apa?” tanyanya heran. “Tanda tang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD