“Anjir, minggir. Perut gue sakit!” Serena yang baru saja keluar dari kamar mandi terpental ke arah dinding, gadis itu menatap Hana yang sama-sekali tidak peduli. Serena menatap Hana dengan kesal, pasti gadis itu mau absen, batinnya. Lalu segera keluar dari sana. Kerjaannya masih banyak dan deadlinenya hari ini, sebelum rapat jam 12 siang nanti. “Ahhhh….” Seru Hana berseru legah saat semua kotoran itu akhirnya terbuang juga. Hana terus menekan, mengeluarkan semua sisa makanan yang mengganjal di perutnya. Saat masih di pertengahan, Hana meraba ke arah ke samping. Kosong? Batin Hana, matanya yang tadi terpejam langsung terbuka lebar-lebar dan menatap ke arah tempat tissue yang benar-benar kosong. “Sialan!” seru Hana mengumpat, tidak peduli jika ada orang yang akan mendengarnya kali ini. D

