Hana POV Hana masuk dengan mengendap-endap, dia menatap anak-anak di lantai satu yang ternyata sudah sibuk dengan pekerjaan mereka. Jika Hana lewat dari lantai satu dan menuju lift, maka kemungkinan dirinya pasti akan terlihat. Hana menghela nafas, lalu kembali menutup pintu belakang. Tapi jika dia tidak masuk, apa yang akan terjadi coba, dia pasti akan telat. Hana mengumpat, bisa-bisanya dia menjadi gentar seperti ini. Jika harus naik tangga, maka, aku harus membuka hak tinggi sialan ini. Bisa-bisanya aku memakai hak tinggi coba, padahal biasanya juga enggak make. “Dor!” “Dor, anjir!” balasku berteriak, aku lekas berbalik dan hendak meninju sosok di belakangku. Tapi aku lekas menahan tanganku beberapa centi di depan wajah Matthew. Lalu menarik nafas dalam, dan kembali menatap wajah M

