Dhava lewat dari depan kubikel Hana, sengaja banget, pake banget, biar agak dilihat gitu ceritanya. Tapi, sayangnya Hana gah ngeh, kalo Dhava itu sengaja lewat, bukan karena ada urusan. Jadinya Hana tetap melanjutkan pekerjaannya yang sudah mulai menumpuk. Slogan yang sudah dari dulu Hana dapatkan, tidak ada kata untuk menumpuk. Lain halnya dengan Serena ataupun Rita, yang suka menjadi pekerja Deadliners. Padahal, menurut Hana itu sangatlah tidak efektif dan tidak membuahkan hasil. Lebih aneh lagi, motto hidup Matthew. Kerja keras iya, kaya enggak, tipes iya. Mau menghujat, tapi benar. Kacung yang kerja keras, yang kaya kan tetap saja Dhava. “Ehem!” Hana, Rita dan Serena yang mendengar dehemen Dhava yang tiba-tiba lekas mengalihkan perhatiannya dari pekerjaan mereka. Sedikit kaku. Dhav

