Hana terlihat melamun di atas tempat kerjanya, matanya yang berat membuat dia ingin sekali merasakan hangatnya tempat tidur. Ia menatap ke arah ruangan Dhava yang terbuka, sial, Hana mengumpat dalam hati dan lekas menatap lurus ke depan. Kenapa Dhava bisa tahu jika dia sedang menatap ke arah ruangannya? Apa mungkin Dhava, jín? Hana bergidik ngeri dalam hati, ia tidak ingin masuk dalam perangkap om-om Jín. Sebelum Hana sempat memikirkan hal yang lebih tidak masuk akal, kursi yang berada di sebelahnya, yang sejak tadi pagi kosong tertarik ke belakang. Hana menatap Rita yang mengendap-endap masuk ke kubikelnya. Dan tanpa di bilang pun, Serena yang tadi sedang mengerjakan tugasnya sudah duduk di sebelah Rita. “Jadi gimana?” seru Serena menaik turunkan alisnya Hana tidak ikut campur, ia mas

