berhenti

1206 Words

Tangannya bergetar, memegang erat kertas yang terpampang jelas penyakit yang Widya hadapi. Air matanya mengering, Ela menatap tak yakin, apa harus dirinya yang mendonorkan ginjal untuk Widya, tetapi bagaimana dengan dirinya? Ela hanya berharap, dan terus berharap, menatap nanar Widya dibalik kaca besar tembus pandang tersebut. "Widya", ucapnya tercekat hampir berbisik. Entah sudah berapa hari ia menghabiskan waktu ditempat yang sama, beberapa kali Rara dan Dina menemaninya dan untuk hari ini mereka sudah kembali pulang karena tidak bisa 24 jam menunggu seperti yang dilakukan Ela. "Maaf", Ela menutup wajahnya tak tahan menahan sesak yang menguasai dadanya. Tak ada yang tahu sebenarnya  bahwa Ela tidak sendiri, karena seseorang yang memiliki fisik yang sama ada bersamanya, Adeva victori

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD