Hanna menghela napas panjang, kekalahan terasa pahit namun juga membawa sedikit kelegaan yang aneh. Dia menatap Axel sebentar, lalu beralih pada Hatta. "Aku pegang janjimu," ujar Hanna, suaranya kini lebih pelan, tidak lagi mengandung ketegangan yang sama. "Jika Axel rewel sedikit saja, atau kamu berulah, aku akan meminta Jenderal Hafidz mengirim tiket pesawat untukmu kembali ke Jakarta. Aku tidak main-main,” Hanna mencoba mencairkan kekakuan dengan bercanda meminta kakaknya membelikan tiket pulang untuk Hatta. Hatta tersenyum tipis, tangannya terangkat ke d@da, memberi hormat ala militer. "Siap, Designer Hanna. Komandan Hatta siap melayani dan melindungi. Sekarang, istirahatlah. Besok pagi aku akan menyiapkan mobil dan stroller-nya. Kamu hanya perlu menyiapkan si kecil." ≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈

