BAGIAN DUA PULUH SATU

4451 Words

Hail POV Bagus. Setelah Glafira dan Norman berdebat selama berjam-jam, mereka masih bisa duduk di meja yang sana. Makan bersama seolah tak ada kekerasan yang terjadi tadi. Sejujurnya aku agak pusing, tak tahu harus bagaimana menanggapi situasi ini. Belum lagi waktu yang terus berjalan, memutar mengejar malam. Mengingatkan kembali pada rencana awal untuk menyergap Regan. Terlebih, tak ada tanda-tanda Glafira ingin membatalkan rencana. Yang jadi masalah adalah, kenapa dia begitu tenang membiarkan Norman tetap di sini? Merasa cemas, aku mendekat padanya. Berdiri di belakang Glafira, berpura-pura menuangkan teh untuknya. “Mau sampai kapan kalian begini? Kita tak akan bisa melakukan apa pun, bila Norman tetap di sini.” Sedikit menundukkan kepala, berbisik pada Glafira. “Biarkan dia ikut,” b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD