Jingga 38

2138 Words

"Permisi, kak Jingga, ini aku bawakan bubur untuk kakak." Mereka berdua menoleh bersamaan kearah dimana Didi berjalan dengan sebuah nampan di tangannya, membawa satu mangkuk bubur dan satu gelas air putih di sana. Melihat itu hingga langsung beranjak, meraih tongkat kecilnya dia menerima nampan yang dibawakan Didi. "Kenapa repot-repot membuatkan kakak bubur, kakak masih kenyang loh padahal." Ucap Jingga menatap Didi, adik asuhnya yang suduah mulai tumbuh itu. Didi tersenyum lebar saat melihat kondisi Jingga yang terlihat baik-baik saja, dia merindukan Jingga, bukan hanya dirinya, tapi para anak-anak panti yang lain merindukan Jingga, tapi mereka tidak ingin mengganggu waktu istirahat Jingga makanya memilih Didi untuk mengantarkan bubur yang sudah di buat oleh Anggun dan anak-anak lainnya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD