“Yah kira-kira begitulah aku bisa sampai kalah dengannya dan berakhir dicuci otak oleh Fira,” ungkap Rico. Mata Rehan membelalak. Ia tidak percaya rekannya yang super tangguh ini bisa kalah dari seorang wanita. “Kau tidak bisa melawannya atau bagaimana?” tanyanya masih tidak percaya dengan fakta yang ia dengar. Rico tertawa. “Rasakanlah sendiri besok. Sehebat apa pun kau dan segarang apa pun kau, di depan istrimu nanti kamu hanya bisa mengangguk.” Rehan tertawa. Ia pun turun dari kasur yang ditempati Rico lalu ia meraih tehnya. Ia minum habis teh itu. “Ric …,” panggil Rehan. Kini rautnya berubah serius. Nada bicaranya pun turut berubah. “Jika kamu memang sudah memercayaiku, kita harus segera menyusun taktik untuk menghadapi Ando.” Rico menelan ludah, sedangkan Rehan malah mengambil r

