Pria itu menajamkan indera pendengarannya. Ia menempelkan daun telinganya tepat pada pintu bercat putih dalam kamar itu. "Siapa yang berada di dalam sana?" gumamnya sendiri. Tak sedikitpun terpikir olehnya bahwa Bella ada di sana. Bersama dengan itu, Bella memutar gagang pintu lalu membuka dengan kasar. Langkahnya terburu-buru karena tak ingin ditunggu. Sontak sang gadis pun langsung menabrak tubuh tanpa balutan. Wajah Bella membentur d**a bidang yang sedikit ditumbuhi bulu hitam. Kedua bola mata membulat sempurna tatkala melihat lekukan yang tak biasa. "Aaa." Spontan, tangan kekar Adam menutup mulut Bella yang sudah terlanjur berteriak. Gadis itu segera dibawanya keluar dari kamar mandi. Kedua mata Bella terbelalak seperti hendak terlepas dari tempatnya. "Astaga, belahan durian.

