"Gue suka sama lo Ra" Clara terdiam, dia bingung harus bereaksi apa. "Gue pikir jadi temen lo aja cukup dengan begitu gue tetep bisa deket sama lo tanpa takut kehilangan tapi semakin lama semakin sulit..." Bian mencengkeram kemudi tanpa menoleh ke arah Clara. "Gue bahkan nggak tau sejak kapan gue jadi nggak bisa kehilangan lo, gue gak tau sejak kapan gue jadi suka sama elo... semakin gue pendam rasa ini semakin gue sakit gue takut kehilangan lo, gue takut kalau tiba-tiba lo dimiliki orang lain tanpa sempat gue nyatain ini." "Dulu gue pikir saingan terberat gue adalah Raihan, ketika kalian putus gue sempet lega dan berharap mungkin lo jodohnya gue Ra, tapi gue salah besar...ternyata lo sama Yoga sampai sejauh itu...guee...." "Bi...." Bian menoleh menatap Clara dengan lekat ia tersenyu

