Bian terkekeh mendengar ocehan Clara yang absurd dari sejak dua jam yang lalu mereka duduk di depan indomaret sambil menyeruput indomie. Tak henti-hentinya gadis itu bercerita, meskipun semua dari ceritanya tidak ada yang penting sama sekali bagi Bian dan Bian yakin itu juga tidak layak di dengar bagi manusia lain. Clara mengoceh absurd dari mulai siapa yang menanam pohon kelapa di dekat indomaret yang mereka kunjungi ini sampai apakah nantinya dia bakalan jadi emak-emak penguasa jalanan yang menyalakan sen kiri padahal akan belok kanan. Sungguh cerita yang tidak berfaedah, tetapi karena dirinya masih ingin berumur panjang maka mau tidak mau dia pun pasrah mendengarkan semua ocehan dari Clara. "Ra, biasanya kalo lo mulai gak jelas gini lo pasti lagi galau" "Sotoy" "Beneran kan lagi

