Zahra terbangun dan mendapati sepasang mata coklat terang sedang menatapnya dengan intens. Davie menyunggingkan senyum menawannya, hingga membuat jantung Zahra berdetak tak beraturan. "Morning, Baby." Davie mendekatkan wajahnya ke wajah Zahra, refleks wanita itu memundurkan kepala sambil memejamkan mata. Berusaha menghindari aksi Davie. "A-aku keluar dulu," ujar Zahra terbata. Namun, ketika wanita itu hendak beranjak dari tempat tidur, Davie justru menarik tangannya hingga tubuh Zahra terduduk ke ranjang. Secepat kilat, Davie mendaratkan kecupan di bibir wanita itu. Zahra terdiam, karena merasa terkejut dengan aksi tiba-tiba Davie. "Mandi lah, lalu dandan yang cantik. Kita akan jalan-jalan keliling Kuala Lumpur hari ini." Zahra mengangguk patuh. Zahra merasa tak habis pikir dengan ak

