Kecurigaan Zahra

1249 Words

Zahra melangkah keluar kantor dengan Diandra, dua wanita itu berhenti di depan lobi karena hujan turun hari ini. "Yaah ... hujan," gumam Zahra. "Tunangan kamu nggak jemput?" "Dia bilang hari ini agak telat, jadi aku disuruh nunggu di halte. Kakak sendiri bagaimana?" "Suamiku sebentar lagi sampai." Diandra mengalihkan tatapan saat melihat mobil suaminya memasuki lobi kantor. "Ah ... itu dia ... kamu mau sekalian ikut nggak, Za?" "Nggak, Kak. Makasih." "Ya sudah, duluan, ya." Zahra hanya mengangguk lalu Diandra pergi dari hadapan wanita itu. Zahra mengembuskan napas dan membuka payung yang dia bawa, kebetulan wanita itu telah sedia payung dari rumah, sejak beberapa hari ini hujan selalu mengguyur Jakarta. Zahra baru saja hendak melangkah ketika di sampingnya berdiri Davie yang tib

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD