Perpisahan Yang Tak Pernah Diharapkan

1414 Words

Pagi hari ketika Davie terbangun, dia mendapati Zahra sedang berkutat di dapur dengan celemek di tubuh. Wanita itu terlihat sangat serius hingga tak menyadari Davie sedang mengamati dari tempatnya berdiri. Davie menyunggingkan senyum kecil, dia sedang membayangkan jika suatu hari akan terus menikmati pemandangan ini setiap pagi. Seandainya itu jadi nyata, mungkin dia akan jadi laki-laki paling bahagia. Davie memutuskan mendekati Zahra, lalu memeluknya dari belakang. Zahra terkesiap kaget dengan aksi tiba-tiba Davie. "Astaghfirallah, Dav. Kamu mengagetkan aku aja," ujar Zahra mengelus dadanya. "Kamu lagi masak apa?" Davie mengabaikan kekagetan Zahra. "Aku sedang membuat omlette." "Kelihatannya enak." Davie melirik dua omlette yang sudah Zahra letakkan di atas piring. Zahra tersenyu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD