Jam dinding menunjukkan pukul dua dini hari. Seketika itu juga Alina terbangun karena kandung kemihnya yang terasa penuh minta dikeluarkan. Gadis itu mengangkat kepala Rossa yang sudah menindihnya saat tertidur. Dia lalu bergegas menuju ke kamar mandi. Untungnya, gadis itu masih melihat dua orang rekannya yang masih berjalan di sekitar perkemahan. Gadis itu juga tak melihat penampakan si hantu besar yang tadi. Kemudian, dia duduk di atas kloset. Mendadak tiba-tiba, bulu kuduk gadis itu meremang. Bagian tengkuknya terasa ada yang meniup membuat dia merasakan merinding. Hawa busuk mulai tercium menusuk hidung seketika. Alina menoleh ke samping kanannya. Ternyata sosok hantu perempuan yang mengenakan pakaian compang camping sedang berdiri di sampingnya. Kaki hantu wanita itu penuh luka be

