SATU SETENGAH BULAN KEMUDIAN Setiap hari, selepas kembalinya Gabe dari rumah sakit, pria itu selalu datang mengunjungi kediaman Ben yang baru. Meski kedatangannya tak pernah dilarang oleh Ben, Ben tetap saja mengerahkan pengawalnya untuk berjaga di seluruh penjuru mansionnya Seperti hari ini, entah sudah hari yang ke berapa, Selly sendiri pun sudah lupa karena Gabe selalu datang berkunjung ke sana meski hujan turun dengan derasnya. “Sampe kapan kamu mau kayak gini, Sel?” tanya Gabe setiap kali ia melihat Selly menutup tirai kamarnya. Gabe tahu, ia benar-benar sangat tahu jika kesalahannya amat lah besar. Teramat besar hingga Selly enggan untuk memaafkannya. “Pak.” Tak lama berselang, seorang pelayan datang menghampiri Gabe yang duduk di tepi kolam pancuran. “Nyonya bilang, Bapak sebai

