"Apa kamu yakin mau menikah dengan Sultan, sayang?" tanya Om Alvin setelah calon besannya pergi melihat istrinya yang tidak kembali bersama Sarah. Sarah menunduk, teringat dengan keberadaan Rumaisyah, juga anak Sultan dan Rumaisyah kelak, pasti perasaan Sultan tak akan lagi sama seperti dulu padanya. Sekarang saja sudah terasa bedanya. Sultan tak pernah mengutamakannya lagi, bahkan pria itu beberapa kali berbohong padanya dan yang lebih menyakitkan bagi Sarah adalah Sultan menyentuh Rumaisyah. "Papa lihat, hubungan kalian tak lagi seperti dulu, entah masalah apa yang membuatmu tidak mau cerita, tapi Papa melihat ada kesedihan di matamu." Om Alvin menatap sendu pada putri yang amat ia sayangi itu. Pria itu lalu mengusap pipi putrinya. "Mata yang dulu berbinar-binar ini, kini redup, Pa

