"Ke mana Sarah?" Rumaisyah memindai sekelilingnya dengan bingung. Rumah itu terasa sepi. Biasanya, Sarah akan terus mencoba untuk mendekatinya. Namun, sudah satu jam lebih ia tak melihat keberadaan sahabatnya. "Apa dia pergi sama Sultan?" Rumaisyah pun berpikir, hal itu sangat mungkin. "Mereka pasangan yang sangat romantis, saling mencintai." Ia tersenyum tipis, bahagia dengan kebahagiaan sahabat baiknya. Sarah memang pantas dicintai secara penuh oleh seorang laki-laki, Sarah bukan hanya cantik, dia berpendidikan, baik, dan dari keluarga berada. Rumaisyah juga tahu, kedua orang tua Sultan sangat merestui hubungan mereka. Kalau bukan karena Sarah ingin menyelesaikan pendidikan pasca sarjana, mungkin keduanya sudah menikah. "Aku gak boleh jadi penghalang kebahagiaan Sarah." Rumaisya

