Bandara

1032 Words

"Bagus rumahnya Sultan," kata Bu Qonita. Malam itu setelah magrib, Sultan mengajak Rumaisyah dan ibunya pindah ke rumah baru. Ada 3 kamar di rumah itu. "Mama di sini kamar bawah saja, kalian yang pake kamar atas," kata Bu Qonita. "Iya Ma." Sultan kemudian mengajak istrinya naik ke lantai dua rumah itu ke kamar mereka. "A-apa kita sekamar, Mas?" tanya Rumaisyah. Sultan mengernyit. "Ya, selama aku datang ke rumah ini, kenapa, kamu keberatan?" tanya pria itu. "Rum, aku pikir apa yang dikatakan Mama benar, harusnya kita berkorban demi masa depan anak kita, meskipun kita harus menyakiti orang lain, Sarah, atau bahkan diri kita sendiri." "Tapi Mas, Sarah ...." "Soal Sarah, biar aku yang pikirkan, kamu fokus saja dengan kesahatan dan kehamilanmu," ujar Sultan. "Aku pergi beli ma

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD