Adnan memicingkan mata saat merasa melihat mobil yang dikenalinya keluar dari sebuah gedung apartemen. Hari memang hampir gelap tetapi lampu jalan sudah menyala, sehingga dia bisa melihat dengan jelas apapun yang ada di luar kendaraannya. Apalagi ketika mobil yang dikemudikan oleh Fahri tersebut berhenti tepat di samping kanan dalam jarak yang cukup dekat meski arahnya berlawanan, pada saat kemacetan rutin terjadi. Tapi yang lebih mengherankan adalah perempuan cantik di kursi penumpang yang tampak akrab mengobrol dan sesekali mengerling manja juga menyentuh pundak pria itu. Adnan tercenung lalu dia ingat percakapan dengan Safira beberapa saat yang lalu sebelum perempuan itu tancap gas dengan motor maticnya setelah menunggu jemputan yang tak kunjung datang. "Jangan-jangan …." Dia melirik

