Bab 42. Hal Tidak Terduga

1066 Words

"Kamu tidak tau kalau Abang juga melewati hari-hari yang berat." Mereka duduk bersisian di sebuah bangku taman sekitar kota. Masing-masing memegang sebuah cup minuman hangat yang Adnan beli dari gerai terdekat dan keduanya mencoba untuk menghadapi hal ini. "Kamu pikir meninggalkanmu itu mudah?" Adnan menyesap minumannya yang masih mengepulkan uap panas. "Tentu saja mudah, buktinya Abang bisa." Sementara Safira hanya terdiam menatap sekitar taman yang berangsur sepi. "Tidak semudah kelihatannya." Lalu pria itu menoleh ke arah perempuan di sampingnya. "Kamu tidak tahu Abang menangis di perjalanan menuju rumah Khalisa. Bahkan sampai beberapa saat sebelum ijab kabul Abang hampir kabur." Safira pun menoleh ke arahnya, kemudian pandangan mereka bertemu. "Percayalah, memilih antara perasaan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD