Bab 36. Kekecewaan Safira

1303 Words

Safira setengah berlari keluar gedung setelah selesai menerima telpon dari Fahri yang mengatakan jika dia mampir ke tempat itu. Di bawah tatapan Adnan yang tengah berjalan menuju kantin di sebelah kanan gedung. "Mas, kenapa repot-repot?" Perempuan itu menerima bungkusan yang dibawa oleh suaminya padahal dia tak memintanya. "Tidak apa-apa, kebetulan lewat ke toko kue dan aku ingat kamu." Pria itu menjawab yang membuat Safira tentu saja tersenyum. "Obatnya tidak lupa diminum, kan?" Lalu dia mengingatkan. "Tidak, Mas. Satu sudah aku minum barusan, sisanya nanti setelah makan siang." "Baiklah." Fahri menyelipkan helaian rambut yang terburai ke belakang telinga Safira. "Memangnya kamu habis dari mana? Katanya cuti?" "Ada urusan sebentar dengan orang kantor. Tapi nanti sore Mas akan menje

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD