"Kangen Ayu...," desah Said sambil mengusap-ngusap b****g Ayu yang sudah duduk di hadapannya yang masih berdiri. Dia tatap wajah Ayu yang sudah mulai berubah. Berubah seakan ingin disentuh lebih dalam dan lebih lama. "Ayu senang Abang sudah di sini. Ayu nggak tau harus ngomong apalagi," balas Ayu. Dia belai-belai dua pipi Said sembari menyentuhkan jari jemarinya ke bibir Said. Lalu kemudian, bibir mereka pun berpagutan. Tidak ada lagi kata-kata terucap, yang terdengar hanya deru desah napas dari keduanya. Deru napas rindu yang sangat mendalam. Ayu yang merasakan letupan dahsyat dari dalam tubuhnya, dengan sedikit cepat membuka kancing-kancing bajunya. Dia biarkan wajah suaminya mengecup-ngecup dadanya dengan tangan yang tak berhenti mengelus-elus punggungnya. "Ooh. Abang," desah Ayu s

