Ada Rasa

1075 Words

“Haha. Nggak, temen mahasiswi bimbingan gue, Meis. Baguslah punya inisiatif kepingin cepat selesai. Permudah dong, jangan sibuk urusan lo doang.” Tesa dan Icha menahan senyum, dengan pikiran yang hampir sama, menilai Andar sosok yang sangat perhatian. “Bentar, Dra. Gue cek dulu proposalnya dia.” Andra memberi kode ke Icha dan Tesa agar sabar menunggu. Tidak lama kemudian, Andra berbicara lagi melalui ponselnya, hanya kata baik dan oke setelahnya yang terdengar. Setelahnya, dia kembali duduk di depan Tesa dan Icha. “Bu Meiska akan mempelajari proposal kamu hari ini. Beliau jamin sore ini akan membalas pesan kamu dan Senin ini jadwal kamu ujian.” Andra memperlihatkan pesan dari Bu Meiska ke hadapan Tesa. Tesa menghela napas lega. Meskipun kecewa karena tidak menjadi salah satu mahasisw

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD