Siang itu Ayu dan Said terbaring di atas tempat tidur berpelukan. Keduanya menangis terharu karena apa yang selama ini mereka harapkan terjadi. "Apa kata Abang, Yu. Kita dikasih di saat yang tepat. Coba kalo dikasih pada saat kita hidup terpisah. Ayu di sini, Abang di sana. Nggak kebayang sedihnya Ayu, cemasnya Abang. Ayu yang harus kuliah, Abang yang musti kerja. Repot dan gelisah." Said menghisap hidungnya yang berair. Said tidak henti-henti mengusap-usap perut Ayu. "Iya, Abang. Pasti sedih banget sendirian di sini. Jangankan ngebayangin Ayu hamil, nggak hamil aja Ayu kayaknya nggak bakal mau lagi pisah-pisah dari Abang." "Iya, Yu. Abang juga nggak mau lagi. Pusing atas bawah." "Haha. Abang bisa aja deh." "Beneran, Sayang. Abang nggak mau lagi pisah kayak dulu. Belum lagi ada aja ma

