"Yah ... nggak papa ... soalnya sejak gue bacain nih buku, dia reaksi lo. Meski yaa ... belum keliatan banget tanda-tanda kesadaran. Hehe, eh, Gerrie, sampe mana kemarin gue baca, oh ini." Tarra berdehem sejenak. "Udah hampir seminggu nih. Seharusnya sih sudah tamat. Tapi gue sengaja bacanya nggak terburu-buru. Kata orang biar dapat 'rasa'nya. Rasa apa? Rasain lu, hehe. Sekarang gue lanjutin baca. Hm ... kali ini bab dua belas...." Tarra tampak sedikit membaca sekilas halaman pertama bab dua belas di novel Ayat-ayat Cinta tersebut. "Wah ... berat, Men. Ini tentang poligami, Ger. Lu aneh-aneh nih bacaannya. Eh, lu kan nggak baca nih buku, cuma nonton filmnya doang. Ok, gue bacain ya." Sambil memegang tangan Gerrie Tarra pun melanjutkan bacaannya. "Merancang Peta Hidup...." Tarra mengambil

