Ayu semakin penasaran mendengar cerita Gerrie. Setelah puas menangis tersedu-sedu, dia sekarang jauh lebih tenang, karena pertolongan datang ke diri Gerrie. Tapi dia penasaran apa yang terjadi selanjutnya, bagaimana Gerrie bisa sembuh dan sadar dari komanya. Tiba-tiba Tarra mendekati Ayu dan Gerrie. "Perasaan udah berjam-jam ngobrol serius. Ngobrol apaan sih?" tanyanya heran. "Ngobrolin Hudson," kilah Gerrie. Tarra tertawa kecil. "Mas!" panggil Ayu tiba-tiba karena Tarra bergerak berbalik arah. "Ya, Ayu?" "Gimana Abang Said mau?" Ayu menanyakan sesuatu. Tarra mengangguk. "Nggak sekarang. Tapi dia bisa nyambi. Kamu tenang saja." Ayu menghela lega. Dia yang sebenarnya ingin sekali Said menjadi pengusaha properti saja. Pekerjaan Said penuh tekanan dan tantangan. Belum lagi undangan me

