Sudah enam bulan sejak keluarnya Farhan dari kantor ini. Posisinya sudah digantikan oleh manajer baru yang merupakan sepupu dari ayahnya. Hari-hariku di kantor kembali seperti biasa, bedanya kali ini tak ada yang mengomeliku hanya karena kesalahan-kesalahan kecil yang sering kulakukan. Beda dengan Farhan, Pak Raka – manajer baru departemen keuangan ini lebih punya hati dan tidak seperfeksionis Farhan. Bahkan beberapa rekan kerjaku mensyukuri resign-nya Farhan dari kantor ini. Mereka jarang mengeluhkan pekerjaan dan lebih banyak punya waktu luang dibandingkan saat bekerja di bawah Farhan. Namun, tetap saja, Pak Raka akan menekan kami ketika mendekati hari-hari closing. Pekerjaan departemen finance memang terasa lebih berat saat akhir bulan saja, selebihnya kami bisa santai-santai dan pul

