Pada akhirnya aku menyerahkan segala persiapan pernikahan pada WO karena pekerjaanku yang menumpuk di kantor tidak dapat aku tinggalkan. Aku takut dengan waktuku yang hanya satu bulan tidak akan cukup jika harus mondar-mandir mengurus persiapan pernikahan sedangkan di kantorku sedang sibuk-sibuknya. Hari ini aku dan Farhan sudah janjian dengan pihak WO untuk melihat lokasi gedung yang akan dipakai untuk acara pernikahkanku sambil membicarakan konsep pernikahannya. Sebenarnya aku sendiri juga belum pernah ke sana. Farhan sendiri yang meng-handle masalah sewa gedung ini karena dia yang jauh lebih paham. Bos Galak: Dimana? Aku udah di depan lobi kantor kamu. Aku segera bersiap-siap ketika menerima pesan dari Farhan. Feni yang melihatku sibuk membereskan meja bertanya. “Buru-buru banget, m

