(POV MELTA) Sembilan bulan sudah janin ini tumbuh di rahimku, kini waktunya ia keluar melihat dunia yang luas dan indah, perutku sudah terasa mulas, entah mengapa janin ini tetap hidup walau aku banyak stres dan banyak makan makanan yang tidak bergizi. Kuharap bayi yang tak jelas siapa ayahnya ini akan lenyap seiring waktu. Namun, di luar dugaan ia begitu kuat laksana sebuah baja. "Bu, tolong! Perutku sakit, kayanya mau lahiran ini!" teriakku pada petugas lapas. Dengan napas yang terengah-engah aku berdiri sambil memegang perut yang sudah membukit ini, berteriak lagi pada petugas lapas yang tak kunjung datang memberi pertolongan. "Mulesnya berapa menit sekali?" tanya petugas itu dingin. "Sudah sering, ini udah mau lengkap pembukaannya, cepat bawa saya ke rumah sakit." "Ya sudah ayo

