LABIRIN DUA HATI

3553 Words

Indira tiba di kantornya sedikit kesiangan karena macet di jalan, padahal Mbak Astrid sudah pesan bahwa dia harus tiba di kantor jam tujuh karena si boss berangkat jam setengah delapan. “In, ini sudah terlambat, In. Untung si Boss masih bisa toleransi dengan berangkat duluan. Acara meeting memang masih nanti malam, tapi setidaknya kalian sudah harus tiba di sana lebih awal.” “Waduh, maaf, Mbak. Tadi benar-benar macet, nggak seperti biasanya.” Astrid geleng kepala. “Si Boss sudah berangkat lebih dulu.” “Lho? Saya?” “Pak Rudi yang akan mengantarmu ke Bandung.” “Hanya berdua?” Indira bengong ketika Mbak Astrid mengatakan bahwa dia akan diantar oleh Pak Rudi, sopir kantor yang setengah baya itu. “Indira, Pak Rudi orang yang baik dan santun. Jadi jangan berpikiran bahwa perjalanan ke Ba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD