Indira sebenarnya bimbang, harus kemana dia menujukan arah taksi yang dia sewa kali ini. Pulang ke kost jelas sedikit beresiko, mengingat Ibra pasti akan menuju ke sana untuk menanyakan kepergiannya. Hei, memangnya dirimu siapa, Indira ? Mengharap banget Ibra mencarimu ? Dia bahkan tak akan mengingatmu jika nanti Livi membeberkan sedikit kisah kelam yang selama ini kamu sembunyikan. Sisi hati Indira yang lain mengingatkan dengan pongahnya. Indira tersenyum kecut. Atau ... minta suaka pada Mbak Riris yang manajer kafe ? Itu juga sedikit rentan, karena Ibra tahu dimana Indira bekerja. Dan Indira kembali menertawakan dirinya sendiri ketika merasa bahwa Ibra akan peduli dengannya. ‘Jangan terlalu tinggi bermimpi, Indira,’ hatinya kembali menggaungkan suara yang sedikit mencubit sisi hatinya

