LINDA DI PAKSA MEMBAYAR HUTANG ANDY

1051 Words
“Aih?! Bocah nakal, bukankah kamu ingin membantuku mengoleskan obat? Jadi apa yang kamu lakukan ini?” Annie tiba-tiba menghentikan Ivan ketika merasakan tindakannya. Ivan menghela nafas setelah mendengar membantumu memeriksa luka terlebih dahulu, lalu mensterilkan lukanya!" Selesai bicara, dia langsung mencium ke luka Annie tanpa menunggu jawaban darinya. Tubuh Annie gemetar, wajah cantik juga memerah ketika Ivan mencium lukanya. “Bo...bocah nakal, bukankah kamu ingin mensterilkan luka? Un... untuk apa kamu menghisap lukaku?!” suara Annie sedikit gemetar. “Hehe, Bibi Annie, apa kamu tidak pernah mendengar bahwa ludah bisa mensterilkan luka?” ujar Ivan dengan senyum. Dia mulai menghisap luka Annie, menghisap sisa darah di lukanya, lalu membuangnya ke lantai. Sampai saat ini, luka Annie termasuk baik-baik saja. “Bibi Annie, aku harus membantumu melakukan pemeriksaan seluruh tubuh untuk melihat apakah ada bisa ular yang berpindah ke tempat lain. Namun, tidak bisa diperiksa melalui pakaian, kamu harus membantuku membuka baju!” ujar Ivan dengan terengah-engah. “A...aku akan menuruti perkataanmu!” Tepat saat kaos akan di buka, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar, juga disertai dengan suara cemas Linda dari luar. “Kak Ivan, ada masalah! Orang yang ingin menagih utang menghadang di depan pintu rumahku, cepatlah kemari untuk melihatnya!" Ivan dan Annie terkejut ketika mendengar suara Linda dan tidak menyangka kalau dia akan datang saat ini. “Bibi Annie, lekas pakai bajumu dan pergi dari pintu belakang!" Ivan meletakkan kaos Annie, di waktu yang sama dia menatap tubuhnya yang menggoda dengan tidak rela. “Ivan, apa kamu benar-benar ingin ikut campur masalah Linda? Keluarga mereka punya utang banyak pada orang lain!" Annie berekspresi serius. Ivan menghela nafas, “Bagaimanapun, aku dan Andy adalah teman sejak kecil, tidak mungkin melihat istri dan anak yang ditinggalkannya dianiaya orang!” Annie tiba-tiba tertawa setelah mendengarnya, tangannya meraba d**a Ivan. “Kamu ini, demi Andy atau demi Linda si janda cantik itu?” Ivan canggung sejenak lalu berbatuk, “Bibi Annie, kamu lekas pergi, aku harus bergegas membuka pintu untuk Linda!” Annie tidak menggoda Ivan lagi, hanya menganggukkan kepala lalu buru-buru memakai baju dan pergi. Saat ini, Ivan berteriak ke luar, “Linda, kamu tunggu sebentar. Aku pakai baju dulu, baru ke sana!" Ivan menghela nafas lega ketika melihat Annie pergi dari pintu belakang, lalu dia merapikan bajunya sendiri dan pergi membuka pintu. Dia dapat melihat wajah cemas Linda setelah membuka pintu klinik. “Kak Ivan, kamu cepat ke sana untuk melihatnya, sekelompok orang yang meminta utang itu telah menghadang di depan pintu rumahku, jika tadi aku tidak membawa Mary ke rumah tetangga, mungkin sekarang aku hanya bisa dihalangi oleh mereka!" "Linda, jangan khawatir, ada aku di sini!" ujar Ivan dengan serius. Meskipun dia berkata seperti itu, tapi tidak ada kepercayaan diri dalam hatinya karena di tangannya tidak ada uang! Andy suaminya Linda, dia sangat baik, hanya saja suka berjudi dan pernah berutang banyak utang judi. Untungnya dia bertobat tepat waktu, bekerja menggali tambang untuk membayar utang, namun tidak disangka dia meninggal dalam bencana tambang. Semua uang pengorbanan yang ditinggal Andy telah digunakan untuk membayar utang, tapi masih ada utang lainnya yang belum dilunasi dan para penagih itu sering datang ke rumah Linda untuk menagih utang. Ivan mengikuti Linda sampai ke rumahnya, belum sampai tempatnya, dia melihat di depan pintu rumah Linda ada beberapa preman yang sedang merokok, lalu salah satu preman mendobrak pintu. “Kak Ivan, inilah orang-orang itu!” dalam mata Linda dipenuhi rasa takut. “Linda, berapa banyak hutang yang ditinggalkan Andy sekarang?" Ivan menolehkan kepalanya untuk bertanya pada Linda. Linda berpikir, “Yang lain sudah lunas, hanya belum membayar lunas utang seorang preman di kabupaten, perkiraan masih ada Seratus juta rupiah.” "Apa, seratus juta rupiah?" Ivan mengerutkan dahi, tabungannya tidak banyak, palingan hanya sekitar empat puluh juta rupiah. Linda berutang seratus juta rupiah pada orang itu, dari mana dia bisa mendapatkan uang sebanyak itu? Ketika dia sedang berpikir, preman yang dikejauhan tiba-tiba menyadari jejak mereka berdua. “Itu dia, dia istrinya Andy! Maju dan tangkap dia!" kata seorang preman sambil menunjuk Linda. Preman lain bergegas menghampiri mereka dan Linda lekas bersembunyi di belakang Ivan karena ketakutan. Sebagai seorang pria, Ivan tentu saja tidak mungkin mundur saat menghadapi situasi ini. Setelah beberapa preman muncul di depannya, dia berbicara dengan tenang, "Ssaudaraku, aku tahu kedatangan kalian untuk menagih utang, Andy memang berutang seratus juta rupiah pada kalian, tapi kalian juga tidak perlu memaksa janda dan anak yatim ini membayarnya!" Pemimpin preman berambut kuning maju ke depan ketika mendengar ucapannya dan berkata dingin, “Wah! Di sini ada bocah yang ingin jadi pahlawan! Bocah, jika kamu ada uang, maka bantu dia membayar utang! Kalau tidak ada uang, minggir ke samping, aku tidak ada waktu untuk basa-basi denganmu!" “Benar, jika tidak bisa membayar utang, pergi sana!" Preman di sebelahnya juga berteriak. Ivan mengerutkan dahi, Linda yang ada di belakangnya juga langsung gemetar. “Bocah, cepat pergi! Jika wanita ini tidak sanggup membayar utang, maka kami akan menangkapnya untuk dijual di kabupaten. Setelah menjualnya beberapa bulan, pasti sudah bisa menghasilkan seratus juta rupiah!" Pria berambut kuning berbicara lagi ketika melihat Ivan terdiam. Mendengarnya mengatakan ingin memjadikan Linda bekerja seperti itu, Ivan langsung marah. “Tidak mungkin! Ada aku di sini, aku ingin lihat siapa di antara kalian yang berani menyentuh Linda!" "Cari mati! Kalian, maju! Bereskan bocah ini, baru tangkap wanita itu!” Pria berambut kuning marah, lalu memberi isyarat pada beberapa preman di belakang untuk turun tangan. Beberapa preman langsung menyerang ke arah Ivan, Ivan yang bersuara hmmph juga maju ke depan dan menangkap lengan seorang preman, dia menariknya ke belakang dengan kuat. Sebelumnya, Ivan pernah mempelajari perkelahian. Dia tahu jika berkelahi harus membiarkan lawan kehilangan keseimbangan. Namun, dia tidak menyangka bahwa tarikannya bisa mengangkat preman itu dengan mudah, lalu dia melemparnya ke udara seperti karung goni. Ivan terkejut dan melepaskan tangannya tanpa sadar, preman itu terjatuh di lantai dan memegangi bagian yang sakit sambil berteriak. Adegan ini membuat Ivan dan beberapa orang di sekitarnya terkejut! Berapa banyak kekuatan yang diperlukan untuk memelintir seseorang seperti karung goni? “Sial, kekuatan bocah ini sangat besar! Semuanya, ayo maju bersama-sama!" Pria berambut kuning tidak berani memandangnya rendah dan langsung memanggil semua orang untuk maju termasuk dirinya. Ivan baru saja sadar dari keterkejutannya tadi, sekarang dia mengerti bahwa itu karena pil yang diminumnya tadi pagi, sehingga membuat kekuatan fisiknya meningkat pesat!
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD