Di sebuah ruangan kamar hotel aku sedang duduk di depan cermin yang di sekelilingnya dipasangi lampu terang sehingga pantulan wajahku bisa terlihat jelas. Saat ini rambutku disanggul sehingga memperlihatkan leherku yang cukup jenjang. Di cermin itu, wajahku telah dirias dengan sentuhan yang bold dari biasanya aku melakukan make-up. Karena gaun yang aku gunakan saat ini berwarna hitam, aku memilih make-up dengan lipstik berwarna merah sebagai pelengkapnya. Terlihat kontras dengan warna kulit dan pakaian yang aku kenakan. Seperti biasa, Mas Satya tidak akan mengizinkanku menggunakan gaun yang menunjukkan “aset” penting di tubuhku. Pokoknya semua itu hanya boleh dilihat olehnya dan dari pada memperpanjang perkara, aku menurutinya. Sehingga dipilihlan gaun hitam panjang hinggta menutupi hee

