Setelah Raden meminta izin untuk pulang kepada papa dan juga mamanya, Sena mengikuti dari belakang. Ketika Raden tidak menyadari tatapan beberapa pria di sekelilingnya untuk Sena, ia berusaha memperlihatkan sikap cuek nan dingin di hadapan istrinya. Namun disaat pupil matanya tanpa sengaja terarah pada pria lainnya, terutama dia yang sempat duduk bersama Sena, dengan cepat Raden mundur dan mengimbangi langkah istrinya. Walau tetap tidak bersedia menyentuh, tetapi ia juga tak rela jika Sena dipandangi ataupun dinikmati oleh orang lain. Saat posisinya berada di belakang Sena, Raden melihat punggung istrinya terekspos cukup luas. Darahnya tiba-tiba naik hingga ke kepala dan membuat pria itu kesal. Aneh baginya, dan sempat terdengar suara tanya dari bagian hati yang lain. Tak percaya rasanya

