Suara desahan dan janji Arif pada Fira di kamar mereka tadi masih terngiang-ngiang seperti kaset rusak yang menyayat otaknya. Rumah dengan pagar putih ini akan jadi rumah kita nanti. Ze cuma numpang bayar saja sekarang. Kalimat itu adalah vonis mati bagi sisa-sisa empati Ze. Ia menyuruh supir taksi mengarah bukan ke kantor, melainkan ke sebuah gedung perkantoran tua di sudut kota yang rimbun. Ze menganggap semua yang dilakukan Arif dan Fira sudah tak bisa dimaafkan lagi, ini sudah cukup menyakitkan bagi Ze, karena mendengar secara langsung suaminya b******a dengan wanita lain. Rasanya sakit dan sakitnya seolah menguliti semua dagingnya dan menyisahkan hanya tulang. Di lantai tiga gedung itu, terdapat sebuah papan nama kecil dari kuningan. LBH & Rekan: Spesialis Hukum Keluarga Ze me

