22: Mulai menulis

666 Words

Aku menempelkan dahi di meja belajarku, lalu menghela napas panjang. "Kenapa stuck banget, sih?" Aku bingung harus menulis dari mana. Bagaimana aku memulainya? Aku sudah meremas kertas-kertas yang kutuliskan berbagai ide. Rasanya begitu sulit. Padahal, saat membuat cerpen kemarin, aku sangat lancar menulisnya. Apa karena sekarang aku merasa sangat mencemaskan Deeka? Ponselku berdering, dan aku langsung mengangkatnya. "Halo?"Aku menyapa orang di seberang sana dengan lemas. Aku bahkan tidak tahu siapa yang menghubungiku malam-malam begini. "Gimana? Udah mulai nulisnya?" Kepalaku langsung terangkat. "Deeka?!" Aku bingung, karena dia seharusnya sudah istirahat. Ini bahkan hampir tengah malam. "Kenapa kaget gitu, sih? Kangen, ya?" Deeka malah tertawa. "Lo harusnya udah tidur! Ngapain n

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD