“Tapi gw hapal kakak gue, kalau cinta dia tipe setia kok.” Brenda jelaskan. “Kamu mau datang pada pernikahan El minggu depan ?” Brenda tanya. “Entahlah,” Glad belum berani. “Kalau mau datang, jadilah pasanganku, aku disini belum banyak yang kenal, masih jomlo.” Ujar Brenda. “Dasar bule kagak ada basa basinya, untung cantik.” Bathin Glad. “Nanti aku pertimbangkan,” Glad mencoba untuk berdamai dengan keadaan. Ketika sampai lobby kantornya, Brenda menahan tangan Glad, “Maukah kamu jadi teman saya ? saya disini bener-bener belum punya teman. You don’t need to be awkward with my brother. He is open minded !” ujar Brenda, Glad mengangguk. Mereka beriringan masuk. Tiga hari lagi menikah, ini hari terakhir El kerja. Di kantor El sudah selesai kerjaannya, dia malas harus menunggu sampai

