10. Sidang

1196 Words
“Olin juga sudah punya pacar kok,” “Ayo sekalian ajak pacarnya kita date bareng.” Glad ngajakin. “Beneran ? Kamu yang bayarin ?” El kirim pesan Olin. Ellen : Ol, kak Glad ngajak makan suruh bawa pacar lu. Olin : Beneran ? Ellen : sekarang tunggu diparkiran. Mereka ketemu di parkiran. “Glad kenalkan ini Genta,” Olin memperkenalkan. Genta dan Glad bersalaman. “Jadi kalau Genta liat Olin bareng Glad jangan cemburu, pasti lagi bahas Ellen,” Jawab Olin. “Jadi selama ini kalian suka bahas-bahas gue ya.” El cemberut. “Ga juga sih, ihhh ge er.” Olin tertawa. Mereka meluncur ke resto Thailand. “Berarti Glad bentar lagi ga beredar di kampus ya, kesepian dong El.” Ucap Olin. “Dah mulai ngincer kerjaan kak,” tanya Genta. “Gue paling kerja di perusahan bokap. Ga bisa kerja di luar.” Keluh Glad. “Ya enaklah diperusahaan sendiri, kapan saja mau keluar tinggal cabut.” Seru Olin. “Ya pasti akan lebih mudah tapi ga semerdeka itu juga kali.” Jawab Glad. “Ya pokoknya usahakan saja lulus secepatnya.” Olin nimpali. “Minggu depan maju sidang. Sebulan kemudian wisuda,” ujar Glad. “Kita masih setahun lagi yaa… “Olin menatap El. El mengangguk. “Gue mungkin lebih lama, tapi diusahakan bareng kalian deh biar cepet bisa kawin.” Ucap Genta, sambil ketawa. “Rencana kalian berdua gimana?” Olin menatap Glad bergantian ke El. “Nyantai saja dulu, kita masih terlalu muda lagi, masih banyak yang harus dikejar.” El menanggapi. “inginnya sih El lulus kita nikah saja ya, terserah kamu mau kuliah lagi atau kerja.”Glad berharap. “Saya ingin membahagiakan orangtua angkatku dulu.” Sahut El. = = = = Setelah berpisah dengan Olin. “Kamu kapan ketemu keluargaku El.” Tanya Glad. “Aku takut, orang tuamu ga nerima status ku anak pungut, ortuku pembantu.” El sedih. “Aku jamin orang tuaku bukan tipe yang gila status.” “Glad cita-citaku sebenernya, ingin beli rumah untuk orangtuaku, dia tidak perlu kerja lagi, baru mikirin nikah,” El bingung. “Kan sudah nikah juga bisa seperti itu. Uangmu buat menyenangkan orangtuamu. Kamu tanggungjawabku.” = = = = = Hari ini Glad sidang jam 2 siang, “Kak Willy saya hari ini ga bantu kakak lembur ya,” “Kenapa ?” Willy tanya. “Pacarku sidang skripsi saya akan temanin dia .” El minta ijin. “Oke, Kamu kapan skripsi ?” “Tahun depan, kalau tepat waktu.” “Kamu pasti bisa tepat waktu.” Willy memberi semangat. “Kalau dia wisuda kabarin aku ya.” Willy ngingetin “Kenapa harus ngabarin.” El bingung. “Gak apa-apa kabarin saja ya,” El mengangguk. Saat sidang El sudah ada di kampus membawa sebuah kado. ketika Glad keluar, El berhambur memeluknya, “selamat yaa kamu lulus kan,” Glad balik memeluk. Mereka pamit ke temen yang lain lalu pergi merayakan berdua. “Terima kasih kamu menemaniku sidang.” Glad memegang tangan El, setelah sampe di cafe tujuan ternyata sudah ada Ben dan jason juga. “Haii, ternyata kalian sudah ada disini,” El tergugu gak nyangka. “Gue dan Jason kebagian tadi pagi.” Ujar Ben. “Selamat ya kalian sudah lulus, wah nanti kampus kesepian dong gak ada cowok-cowok ganteng yang bikin histeris cewek,” El menggombal. “Mata gue juga akan burek nih sehari-hari,” ujar Jason. “Kenapa,” tanya Ben. “Gak sering liat cewek cantik sepertimu El !” gombal Jason. “Ciiih,” Glad mendesih = = = = = Sore sehari sebelum wisudanya Glad, El inget disuruh ngomong ke Willy. “Kak besok Glad di wisuda, ada apa aku harus laporan ?” El laporan walau bingung. “Ayo kalau gitu kita keluar,” Willy narik tangan El ke halaman menuju mobil. “Ada apa kak, mau kemana,” El makin bingung. “Ga usah banyak tanya. Ikutin saja maunya kakak.” Willy melajukan mobil menuju suatu tempat. Setelah parkir dengan benar, Willy nyuruh El keluar. “Cepatlah keluar, kita akan beli baju yang layak untuk wisuda pacarmu.” El baru mengerti. “Mbak tolong carikan baju sepatu dan tas yang terbaik buat dia.” Willy minta pelayan untuk memilihkan baju. El seperti dicocok hidung mengikuti pelayan. El mencoba setiap baju yang cocok. Setelah semua dicoba, “Semuanya cocok buat kamu,” ucap Willy lirih. Willy akhirnya memilih baju yang merah maroon, untuk mempertegas warna kulit yang kuning langsat. Setelah dibayar, pelayan memberikan paperbag berisi baju tas dan sepatu pada El. “ini terlalu mahal kak.” El ga enak karena harganya bisa beli baju biasa selusin. “Ga apa-apa. Aku kan baru pertama kali membelikanmu. Pakai di wisuda pacarmu besok yaa.” Willy ngingetkan. “Besok wisuda jam berapa ? “Jam 8 pagi.” “Berarti harus siap-siap dari jam 6 yaa.” “Iya kak” = = = = = Pagi-pagi sekali El sudah mulai bersiap, jam 6 pagi Willy memanggil Ellen lewat interkom, Bi Ijah yang terima. “Bi suruh El ke tempat saya.” Perintah Willy. Bi Ijah tergopoh-gopoh ke kamar El. “El dipanggil Tuan, cepet sana. Ada apa pagi gini manggilmu, kamu melakukan kesalahan ?" Bi Ijah ketakutan. “Ga bu, aku ga tau.” El melangkah menuju ruang utama, disana sudah ada Willy dan seseorang. “Sel tolongin dandanin dia ya,” Willy nunjuk Ellen. “Ya ampuun will, pacar elu cantik bangeeet.” “El duduk biar di dandanin dia. Dia MuA terkenal.” Ujar Willy. “Di kamar tamu saja ya Will” Selly beranjak bersama El ke kamar tamu, Bi Ijah disuruh membawa baju, sepatu dan tas yang kemarin di beli di bawa ke kamar tamu. Setengah jam kemudian mereka keluar dari kamar. Willy terpaku melihat El. “Kamu bener-bener pinter memilih cewek Will.” Ujar Selly, “Ketika didandanin auranya keluar, cantik banget,” sambil nepuk bahu Willy. “Gw dandanin pacar orang.” Bisik Willy Selly menggernyitkan dahinya ga ngerti. Tapi gak tanya lagi. Lalu pamit dan pergi. “Kak makasih ya, telah bantu aku.” Willy mengangguk. Mobil sudah disiapkan dengan supirnya. Sambil menuju halaman, “Aku hanya tidak mau kamu direndahkan keluarga pacarmu. Kamu harus berdiri tegak didepan mereka, Oke !” Willy berujar. El mengangguk. = = = = = Di pelataran parkir sudah penuh mobil. Sampe lobby gedung El turun, “Makasih mang, pulang saja jangan nunggu nanti aku naik taxi saja.” Ucap El pada sopirnya Willy. El nunggu di sekitar lobby, ga lama kemudian turun Glad bersama orangtuanya. Ketika melihat El ,langsung nyamperin. Dan mengajak El menemui keluarganya. “Bu kenalkan pacar Glad,” Glad mengenalkan El. “Pacarmu cantik sekali Glad,” ujar ibunya. “Kenalkan bu, saya El,” El menyodorkan tangannya. “Kak Glad suka ceritain kamu, ga nyangka secantik ini,” tutur Exa adiknya menyela. “Kamu juga sangat cantik.” Sahut El. Mereka masuk ke gedung, dan menyaksikan prosesi upacara wisuda. ***TBC novel lain Thell of Love The Return of Love Dia Yang Menodaiku Terima kasih telah membaca novel saya terima kasih juga love ?
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD