Agam terdiam mendengar perkataan Freya. Ia pun berdiri dari duduknya dan menatap wajah Freya dengan serius. Raut wajah Agam terlihat masih belum mempercayai perkataan Freya barusan. "Lo bilang apa barusan?" Tanya Agam memastikan apa yang dikatakan oleh Freya. Freya tersenyum melihat Wajah Agam. Dia memegang pipi Agam dengan lembut. "Maaf udah buat lo nunggu gue selama ini. Gue lama nyadarnya soalnya." Ucap Freya dengan lembut. "Freya.. Lo gak lagi becandain gue kan?" Freya menggelengkan kepalanya. Dia menurunkan tangannya dari pipi Agam. Freya menghela napas panjang. "Perkataan lo benar, Gam. Udah saat nya gue membuka hati gue lagi. Tapi gue gak yakin ada orang lain yang bisa menyayangi gue dan Aziel seperti yang lo lakukan." "Gue.. Gue gak lagi mimpi kan? Gue bahagia Freya. Gue

